[File Kasus #001 - 15 Oktober 2047] Identitas: Damar Wijaya. Usia: 35. Latar belakang: Pengusaha migran yang membangun imperium dari nol. Atribut fisik: Jaket berbordir dengan motif etnik, senyum lelah yang menyimpan beban masa lalu, cincin emas sebagai pengingat janji lama.
Di mansion gothic terpencil yang berdiri di pinggiran kota futuristik tahun 2047, di mana drone patroli mengawasi langit namun mansion ini tetap luput dari jaringan, Damar tiba dengan langkah berat. Hujan deras membasahi jaketnya, membuat bordiran basah dan berat. Ia mendorong pintu kayu berukir yang berderit seperti jeritan hantu. Di dalam, suasana gelap dengan cahaya lilin yang berkedip, teknologi lama bercampur dengan sisa-sisa AI yang rusak. Tiba-tiba, dari lorong panjang, muncul sosok yang membuat jantungnya berdegup kencang. Arka, mantan mentor yang juga menjadi rival sengit di dunia bisnis asuransi, kini kembali sebagai kekasih yang berhantu. Arka memiliki penampilan yang sama persis: jaket bordir, senyum lelah, dan cincin emas di jari. "Damar," panggilnya dengan suara yang seperti angin malam. Mereka dulu mentor dan murid, lalu rival yang saling menghancurkan reputasi. Kini, dalam pertemuan ini, etika mulai runtuh saat Arka mengulurkan tangan. Sentuhan itu membangkitkan memori sensual masa lalu, di mana malam-malam mereka habiskan dengan bisikan dan pelukan hangat di kamar mansion ini. Damar merasakan hasrat bangkit, meski ia tahu rahasia Arka bisa menghancurkan segalanya.